Ternak Ikan Nila

Ternak Ikan Nila : Usaha bisnis budidaya ikan nila merah memang sangat menguntungkan jika di lakukan dengan cara usaha yang benar,akan tetapi tidak sedikit pula para pembudidaya ikan nila yang tidak berhasil,di karenakan tidak mengetahui dan memiliki pengetahuan yang benar tentang bagaimana budidaya ikan nila yang baik dan benar agar bisa sukses dengan usaha tersebut. disini akan saya coba jelaskan dan uraikan  cara budidaya yang benar yang saya kutip dari berbagai website dan pengalaman pribadi ketika usaha budidaya ikan nila.

Ternak Ikan Nila


Di sini akan saya jelaskan tahap proses pemeliharaan ikan nila secara simple tapi benar dan berkualitas,karena saya sendiri pernah mempratekanya dengan memelihara cuma 3000 ikan nila,dengan menggunakan kolam dari media terpal,dan keuntungan yang bisa saya dapatkan 2 kali lipat dari modal yang saya keluarkan,jika anda tertarik coba simak tahap tahap proses budidaya ikan nila dibawah ini:


Ternak Ikan Nila


1.Tempat pemeliharaan/kolam

Untuk kolam sendiri bisa di sesuaikan dengan kondisi dan lingkungan anda,artinya bahwa anda bisa memakai dari bermacam macam kategori kolam,misalnya anda buat kolam di area persawahan,tambak,kolam yang terbuat dari batu dan semen,atau juga bisa dengan menggunakan media terpal sebagai pemeliharaanya,seperti pengalaman pribadi saya yang pernah mengunakan teknik itu dan hasilnya sangat memuaskan.


2.Pembuatan kolam

Untuk luas/ukuran kolam bisa di sesuaikan sesuai keinginan dan kebutuhan anda,contoh misalnya:lebar 2m x luas 2m dan tinggi 2,5 m(untuk kriteria skala kecil).dalam ukuran tersebut anda sudah bisa memeilhara ikan kurang lebih sebanyak 1500 ekor ikan.


Sebelum anda menaburkan ikan ke kolam yang baru di buat sebaiknya lakukan persiapan yang benar,misalnya:

  1. Kolam yang baru di buat sebelum di penuhi air usahakan di beri pupuk organik(pupuk kandang yang sudah terurai dengan benar)dengan ketebalan 2cm.
  2. Beri daun jerami atau juga bisa menggunakan daun yang sudah kering dan lapuk setebal 2 cm.
  3. Beri juga sedikit kapur dan garam dan taburkan secara merata di kolam.
  4. Setelah proses di atas selesai biarkan dulu kolam selama 2 hari jangan langsung di isi air.
  5. Setelah kolam di isi air biarkan dulu selama minimal 7 hari baru benih bibit ikan dimasukkan ke kolam,tujuanya supaya pupuk bisa terurai dengan sempurna dan juga mempunyai fungsi utama sebagai makanan organik bagi bibit ikan tersebut.

3.Bibit/benih ikan

  1. Untuk bibit ikan anda bisa langsung membeli pada penyedia bibit ikan jika tak mau repot.
  2. Pilihlah bibit ikan yang sehat dan berkualitas,karena ini sangat berpengaruh pada hasil panen nantinya.

4.Perawatan ikan

Untuk perawatan jenis ikan nila ini sangat mudah dan saya rasa anda pun pasti bisa melakukanya caranya:

  1. Beri makan ikan 2 kali sehari pagi hari dan sore hari.
  2. Beri vitamin buat pertumbuhan dan kesehatan ikan selama 1 bulan sekali.
  3. Selalu jaga kebersihan air dalam kolam jangan terlalu kotor,karena jenis ikan ini tidak suka pada air yang keruh,dan ini harus benar benar anda perhatikan untuk menghindari ikan stres dan mati,dan juga bermanfaat untuk kelangsungan pertumbuhan ikan itu sendiri.
  4. Usahakan air kolam selalu mengalir supaya pertumbuhan ikan bisa cepat,caranya anda bisa menggunakan pump air(berlaku untuk kolam dari batu semen,terpal).

5.Penyakit/Solusinya:

Ikan stres Jika ikan nila kondisinya stres maka pertumbuhan akan terhambat,masalah itu bisa di sebabkan oleh beberapa faktor misalnya:Airnya kotor

Solusinya:Kuras kolam dan ganti airnya jika kolam sudah mulai keruh.


Ikan sakit karena bakteri jamur,gejala penyakit ini biasanya timbul karena meningkatnya kadar asam pada kolam dari hasil kotoran ikan itu sendiri.

Solusinya:pindahkan ikan yang sakit tersebut dan obati dengan teratur,untuk obatnya bisa anda beri dari toko ikan.


Ikan kurang nafsu makan Biasanya kejadian ini timbul karena kondisi ikan sedang stres

Solusinya:berikan obat penambah nafsu makan yang sudah banyak tersedia di toko ikan,atau juga anda bisa menggunakan rempah rempah tradisional untuk mengatasinya.


6.Panen

Biasanya masa panen ikan jenis nila ini membutuhkan waktu selama 4 s/d 6 bulan,tergantung dari perawatan dan tempat pemeliharaanya,jika berat ikan tidak sama rata anda bisa menyeleksi sesuai keinginan,karena menurut pengalaman pribadi saya ada beberapa ikan yang pertumbuhanya lambat.

Baca Juga:  Jenis Jenis Ikan Louhan

Jika anda tertarik dan minat silahkan di coba,karena bisnis ini juga sangat menguntungkan jika di lakukan dengan sungguh sungguh.


Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Budidaya ikan nila di kolam beton adalah satu diantara cara yang paling gampang untuk lakukan budidaya. Seperti yang kita kenali, ikan nila adalah satu diantara ikan air tawar yang memiliki rasa yang manis dan gurih serta umum jadikan juga sebagai menu olahan ikan sebagai favorite. Melaksanakan budidaya ikan nila dengan memakai kolam beton sangatlah untungkan serta dapat jadikan juga sebagai usaha yang menjanjikan keuntungan. Cara Budidaya ikan nila ini dapat dikerjakan dalam taraf kecil atau rumahan serta dapat dikerjakan dalam taraf besar dengan jumlah kolam yang banyak juga.


Pemudidayaan ikan nila di kolam beton sendiri dapat dikerjakan dengan tiga cara yakni lewat cara pemeliharaan tunggal, pemeliharaan kombinasi, serta pemeliharaan yang jadikan satu dengan pemeliharaan ayam. Dari ketiga langkah tersebut sangatlah efisien untuk membudidayakan ikan nila, untuk pemeliharaan kombinasi baiknya ikan nila tak digabung dengan ikan predator atau pesaing dari ikan nila tersebut. Dalam pemeliharaan taraf rumahan dapat pula ikan nila dibudidayakan dengan cara balongyam atau jadikan satu dengan pemeliharaan unggas seperti ayam serta bebek. Cara budidaya ikan nila di kolam rumah sangatlah dianjurkan untuk pemeliharaan kombinasi. Sedang untuk taraf besar pakai cara atau cara pemeliharaan tunggal.


Bagian Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Bagian Persiapan Lahan Kolam

Persiapan yang dikerjakan yaitu bikin kolam serta bersihkan kolam beton yang bakal jadikan juga sebagai tempat budidaya. Kolam yang telah jadi dikeringkan lalu dikerjakan pengapuran. Sesudah sistem pengapuran, kerjakan pemupukan dengan memakai pupuk kandang. Baru di isi air serta penyemprotan pestisida. Lalu masukkan air hingga 150 cm serta tutup saluran masuk serta keluar. Biarlah air tergenang sepanjang 1 minggu.


Bagian Pembenihan

Sesudah persiapan serta air telah dilewatkan sepanjang 7 hari tergenang, langkah setelah itu dalam budidaya ikan nila di kolam beton yaitu lakukan pembenihan. Benih yang disebar memiliki ukuran 8 hingga 12 ekor dengan kepadatan optimal 10 ekor untuk tiap-tiap mtr. perseginya.


Bagian Pemeliharaan

Pada step pemeliharaan pakan ikan nila mesti di perhatikan. Pakan paling utama ikan nila yaitu yang alami berbentuk dedak, pelet ikan, ampas kelapa, serta bekas makanan. Makanan penambahan juga dibutuhkan. Komposisi pakan ikan yang disarankan untuk ikan nila yakni 30% protein, 70 lemak serta 63% karbohidrat.


Bagian pemanenan

Pemanenan ikan nila dapat dikerjakan bertahap maupun sekalian. Untuk panen sekalian dapat dikerjakan dengan mengeringkan kolam lantas diserok. Bila tak seluruhnya dapat lewat cara mengosongkan kolam hingga 1/2 penuh baru dipanen.

Empat langkah ini selalu berjalan, bila telah panen maka mesti diulangi dari bagian persiapan. Yang butuh diwaspadai saat lakukan budidaya ikan nila di kolam beton yaitu penyakit yang dapat menyerang ikan nila. Ini yaitu satu diantara permasalahan yang sangatlah serius serta harus diakukan dengan cepat. Umumnya penyakit yang muncul pada ikan nila karena sebab aspek sekitar lingkungan. Bila satu diantara ikan nila terserang penyakit jadi mesti dikerjakan pemberian antibiotik ke semua kolam serta ini memerlukan ongkos yg tidak murah. Untuk hindari hal sejenis ini, baiknya berikanlah keadaan yang baik pada kolam ikan nila.


Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

  1. Habitat dan kebiasaan hidup

Ikan nila dan menjair masuk ke dalam satu famili, biasanya kan ini menghuni perairan air tawar, seperti danau, sungai, rawa-rawa dan bahkan perairan payau.


Ika  ini bisa bertahan pada salinitas 0-35 ppt, (part per  thausand) Namun demikian ikan nila masih bisa bertahan hidup pada salinitas 31-35 ppt, akan tetapi pola pertumbuhannya cenderung melambat.


Selain itu, pH yang cocok ialah 6-8,5 Kendati demikian pertumbuhannya akan bagus pada pH 7-8, nilai ph yang masih bisa ditolerir oleh ikan nila ialah 5-11.


Untuk pertumbuhan suhu yang optimal untuk ikan nila dan mujair antara 25 sampai 30 derajat Celcius.


Untuk pertumbuhan, suhu yang optimal untuk ikan nila dan mujair 25°C hingga 30°C. Pada kisaran suhu 20°c ikan nila masih bisa memijah, begitu juga pada suhu 37°C.


Ikan nila dan mujair akan terganggu bila suhu turun hingga 14 °C serta naik melebihi 38°C, namun ikan nila akan mati jika berada pada suhu 6°C dan 42° C.


Mengacu pada hal itu, ikan nila dan ikan mujair sangat cocok bila dibudidayakan di dataran rendah sampai pada batas ketinggian 1000 m dpl (di atas permukaan laut).


Di negara Afrika ikan nila hingga saat ini masih saja dibudidayakan pada ketinggian diatas 1000 m dpl, namun jumlah produksi maksimal (5 ton/ha/tahun) dicapai hanya pada ketinggian beberapa meter dpl.


Ikan nila masih mampu bertahan hidup pada kondisi oksigen yang minim, kurang dari 3 ppm (part per milion) Oleh sebab itu, Nila bisa dipelihara di kolam tadah hujan serta air tergenang lainnya yang tingkat oksigennya kurang, termasuk juga di dalam kolam terpal, guna menunjang pertumbuhan yang maksimal ikan nila membutuhkan oksigen minimal 3 ppm.

Baca Juga:  Budidaya Ikan Sumatra

Tak hanya itu, ikan nila bisa hidup pada air yang memiliki kedalaman tinggi,  seperti danau, kolam sempit, rawa rawa, sawah,  Tambak air payau serta juga keramba jaring apung (KJA) di laut.


  1. Makanan dan kebiasaan makan

Di alam ikan nila nila biasanya memakan ikan nila nila biasanya memakan plankton,  tumbuhan tumbuhan lunak, misalnya hidrila, klekap serta ganggang sutra.


Berhubungan dengan hal itu, maka ikan nila dikelompokkan ke dalam jenis ikan pemakan segalanya (Omnivora).


Untuk pemeliharaannya, ikan nila diberikan pakan pelet dengan kandungan protein antara 20-25 persen, agar mampu tumbuh dengan optimal.


Ikan peliharaan yang diberikan makanan berupa dedak halus, tepung bungkil, ampas kelapa dan sebagainya juga bisa tumbuh dengan optimal.


Guna memacu pertumbuhan ikan nila, Kami menyarankan kepada teman-teman untuk memberikan makan yang kandungan proteinnya 25-35 %.


Menurut sebuah penelitian, dalam khusus ikan nila ditemukan jasad yang bervariasi, seperti, Oligochaeta, Soelastrum, Scenedesmus, Dictiita, larva chironomus, dan sebagainya.


Ikan nila yang masih kecil suka memakan zooplankton, seperti Copepoda, dan juga Clodecora.


Nila dewasa mempunyai kemampuan mengumpulkan makanan pada perairan dengan memanfaatkan bantuan mucus (lendir) yang ada dalam mulutnya.


Makanan yang telah dikumpulkan itu akan membentuk gumpalan partikel hingga tak akan mudah keluar dari mulut.


Ikan-ikan berukuran kecil pada perairan alami mencari makan di daerah perairan yang dangkal, sementara itu untuk ikan yang besar biasanya cenderung mencari makanan di daerah perairan yang dalam.


  1. Kebiasaan berkembang biak

Cara alami, di alam ikan nila memijah Setelah turun hujan, sejak memasuki umur 4 bulan ikan nila telah siap untuk memijah, hingga muncul istilah bawa ikan nila Sangat gemar melakukan pemijahan.


Biasanya induk jantan akan membuat sarang menyerupai cekungan pada dasar perairan dengan diameternya sekira 30-35 cm,  selanjutnya induk jantan akan menjemput pasangan betinanya untuk masuk ke dalam sarang yang telah dibuatnya tadi.


Telur ikan nila akan membentuk bulat serta berwarna kekuningan dengan ukuran diameter sekira 2,8 mm. Nila akan menghasilkan telur sebanyak 250 hingga 1500 butir telur dalam sekali memijah.


Induk betina akan mengerami telur di dalam mulutnya selama kurun waktu 6-7 hari.


Selama masa pengeraman telur induk Nila betina akan terlihat sangat kurus lantaran minimnya kesempatan untuk makan, ketika telur menetas Larva nila masih memiliki kuning telur (yolk sack) serta masih bertahan dalam mulut induk betina.


Setelah 4-5 hari kuning telur akan habis terserap dan Larva sudah bisa berenang keluar dari mulut induknya, tapi karena masih lemah hingga masih selalu diawasi oleh induk.


  1. Lokasi untuk kolam terpal

Di atas kami telah menyinggung Mawa kolam terpal adalah satu diantara banyak alternatif teknologi budidaya ikan termasuk juga budidaya ikan nila.


Banyak keunggulan dari budidaya ikan dengan memanfaatkan terpal, salah satunya bisa dilakukan pada lahan yang sempit.


Lahan yang minim air terutama daerah yang kondisi lahan yang minim air terutama daerah yang kondisi lahan yang Minim air terutama daerah yang kondisi canggihnya tanahnya lahan yang Minim air terutama daerah yang kondisi tekstur tanah lempung berpasir.


Budidaya dalam kolam terpal merupakan salah satu langkah untuk mengatasi kritisnya lahan yang tersedia terutama di daerah yang padat penduduk seperti kota.


Kolam terpal tidak sama dengan kolam konvensional (kolam air mengalir dan kolam air deras) yang pembangunan yang harus dilakukan pada lokasi yang ideal.


Untuk budidaya dalam kolam terpal, sumber airnya tidak harus berasal dari sumber air utama yang dikenal dalam sistem di daya ikan secara konvensional, seperti Waduk, Sungai, Rawa serta danau.


Kolam terpal pertama kali dikembangkan oleh Pak Mujarob yaitu pada tahun 1999,  sistem budidaya dalam kolam terpal berkembang hingga menyentuh daerah-daerah pelosok seperti Gunung Kidul.


  1. Pertimbangan teknis

Kolam terpal cocok dibangun di berbagai lokasi, termasuk juga halaman rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diperhatikan dalam membuat kolam terpal:


  • Sumber air

Sumber air berupa semur, air hujan yang ditampung, air PAM dan juga air lain yang cocok digunakan. Akan lebih baik bila kolam terpal ada masukan air dari sungai, Waduk serta irigasi.


  • Ketinggian lokasi

Perlu diingat sama-sama bahwa ketinggian lokasi ini erat kaitannya dengan suhu air, untuk budidaya ikan nila ketinggian air yang cocok ialah 0-500 m DPL (di atas permukann laut).


  • Ukuran kolam

Untuk ukuran kolam pembesaran yang memakai benih berukuran 20 sampai 30 gram per ekor maka kedalaman yang dibutuhkan sekitar 120 cm.


  • Kerangka yang digunakan dan dasar tanah

Untuk peletakan kolam dasar tanah yang digunakan haruslah datar, hal yang sama juga berlaku untuk kerangka agar tidak menggunakan dari bahan yang tajam sebab bisa merusak kolam terpal anda.


  • penanganan limbah air kolam

Khusus kolam yang dibangun di daerah perkampungan hendaknya Anda memikirkan terkait penanganan limbah kolam maka perlu dibangun tempat penampungan untuk buangan air limbah sehingga air limbah hasil pemeliharaan ikan diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan umum.

Baca Juga:  Ikan Lele Dumbo

Namun demikian  Anda bisa membuat saluran pembuangan ini secara permanen yaitu yang menghubungkan antara kolam budidaya dan sungai.


  • Membuat kolam terpal

Barangkali kita sudah sama-sama tahu kolam terpal adalah kolam yang terbuat keseluruhannya dari bahan terpal mulai dari bagian dasar hingga sisi-sisi dindingnya menggunakan bahan utamanya adalah kipas berbentuk namun dengan kerangka dari bambu kayu besi atau pipa ledeng.


Pra pemasukan air ke dalam kolam


  1. Kolam harus dikeringkan terebih dahulu
  2. kondisi kolam juga harus bersih dan seteril guna menhindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ada patogen dan bakteri yang tinggal di dalam kolam

  • Persiapan air

Air adalah media terpenting yang kita gunakan dalam usaha budidaya ikan, oleh karenanya persiapan air harus benar-benar matang.

Syarat air untuk ikan nila

  1. Air yang hendak dimasukkan ke dalam kolam haruslah bersih dan terbebas dari patogen
  2. seterilisasi air dilakukan 3 hari sebelum tebar benih
  3. Pengisian air sebaiknya 60-75 cm saja.
  4. pH air yang baik untuk ikan nila 6-7,5, di atas atau dibawah standar itu ikan nila juga masih bisa hidup, namun pertumbuhannya terganggu.
  5. Suhu optimal untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25-30

  • Penebaran benih ikan nila

Setelah persiapan air semuanya selesai dilakukan, kini saatnya kita menebar benih ikan nila:

  1. Jumlah padat tebar yang baik untuk ikan nila adalah 15-30 ekor/m2, dengan ukuran benih 10-10 gram dalam satu ekor
  2. Sebelum bibit dilepaskan ke perairan ada baiknya di-aklimatisasi (penyesuaian dengan lingkungan) terlebih dahulu, ini bertujuan untuk menekan angka kematian karena ikan stres.

  • Manajemen pakan

Dalam urusan budidaya ikan, manajemen pakan mengambil andil yang besar untuk panen sesuai target, selain itu, manajemen pakan yang buruk juga akan mengundang petaka baru untuk budidaya ikan, misalnya, pemberian pakan yang berlebihan akan menumpuk di dasar kolam, lantaran tidak habis dimakan oleh ikan. Hal ini akan mudah terjangkit penyakit bagi si ikan.


Budidaya ikan, pengerluaran terbesar ada di pakannya, ya lebih bari 50 persen uang yang dikelaurkan dalam sekali produksi ikan adalah untuk membeli pakan, oleh karena itu pilihlah pakan dengan baik. Berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%.


Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% perhari dari ukuran tubuhnya.


Kapan pakan diberikan?


Terkait hal ini memang masih banyak yang belum paham, dan ditambah lagi dengan banyaknya referensi yang bertebaran di jagat maya, hal itu akan membuat para petani pusing, khususnya para pemula.


Maka oleh demikian, berikan pakan 2 klai saja perhari, yakni pagi dan sore hari. Untuk membuat teman-teman lebih mudah dalam menentukan jumlah pakan, lakukan sampling ikan setiap 2 miggu sekali.


selanjutnya adalah menghitung jumlah pakan yang akan diberikan pasca sampling;


Misalnya; anda menebar ikan sebanyak 1500 ekor ikan nila dalam satu kolam dengan ukuran rata-rata 15 gram/ekor.


Perhitungan pakan adalah 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 0,675 kg setiap hari.


Dan juga seterusnya, anda harus cek ikan setiap dua minggu sekali untuk bisa menentukan pakan minggu berikutnya.


  • Pencegahan hama dan penyakit

Hama


Bagi pembudidaya ikan hama sudah menjadi hal yang biasa, itu merupakan bagian dari tahap budidaya, biasa burung-burung akan mendekati kolam ikan nila, maka perlu pengendalian yang tepat, untuk budidaya dalam kolam terpal bisa anda sesuaikan sendiri cara mengendalikan hama, pasalnya budidaya dalam kolam terpal biasanya tidak terlalu luas.


Namun jika sedah terlalu luas anda juga bisa memasang BSD (Bird Scurity device), dan untuk jenis hewan melata bisa dipasangin jaring seperti  penggunaan tambak udang vannamei


Penyakit

Penyakit hingga saat ini masih  menjadi momok yang menakutkan bagi pembudidaya ikan, salah satu jenis penyakit infeksi yang menular itu harus betul-betul ditangani.


Lingkungan

Limgkungan memang menjadi titik utama terjangkit penyakit pada ikan karena itu, sangat disarankan untuk menjaga ke-sterilisasi-an lingkkungan. Lingkungan harus terjaga agar tidak ada benih-benih pneyakit


Vektor

Vektor adalah jenis burung yang membawa benih penyakit dari tempat lain ke dalam kolam, makanya perlu pencegahan seperti penggunaan bsd pada udang vannamei.


Pada benih ikan sendiri

Sebaiknya mencari bibit ikan nila yang SPF (Spesifik Patogen Free) memang agak susah mencari bibit ikan yang bebas patogen, soalnya itu akan sangat susah dikenali, harus memakai microskop untuk melihat patogen.


  • Pemanenan ikan nila

Parsial

panen parsial adalah panen sebagian, biasanya petani melakukan panen parsial sebanyak dua kali, atau biasa dikenal dengan pancung.


Panen total

Panen total adalah panen seluruhnya, biasanya panen total akan dilakukan setelah ikan memasuki umur yang telah ditergetkan, untuk ikan nila sendiri akan dipanen untuk pasar domestik berkisar 300-500 gram/ekor. Untuk memelihara ikan nila dari ukuran 10-20 gram hingga menjadi 300-500 gram dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.


Akhir Kata

Demikianlah ulasan dari ikan.co.id mengenai Ternak Ikan Nila, semoga bisa bermanfaat untuk anda.