Mitos Ikan Dewa

Diposting pada

Ikan.Co.Id – Mitos Ikan Dewa : Apa yang terlintas dibenak kamu dikala mendengar kata ikan dewa?

Apakah kamu berpikir kalau ikan tersebut merupakan Ikan gaib? Ikan jelmaan dewa?

Ataupun bisa jadi cuma ikan biasa yang kebetulan diberi nama ikan dewa?

Ikan dewa yang bernama latin tor dourensis ini ialah ikan yang terbilang unik, alasannya ikan ini mempunyai wujud kepala semacam ikan emas, sedangkan badannya menyamai ikan arwana.

Ikan ini mempunyai dimensi yang besar serta panjangnya diperkirakan menggapai 60 cm, ikan ini bercorak abu – abu kehitaman dengan wujud sisik yang besar.

Mitos Ikan Dewa

asal usul ikan dewa

  • Tempat Keberadaaan

Dinamakan ikan dewa sebab ikan ini cuma dapat ditemui di kolam ataupun balongan yang dikira keramat saja. Ikan dewa ini ditemui di wilayah Manis kidul, Kuningan, Jawa Barat.

Tempat tersebut dikira keramat sebab tempat tersebut ialah petilasan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran buat menyepi ataupun juga ngaso (rehat) sepulangnya dari medan perang.

Ditempat itu tidak cuma ditemui keberadaan ikan dewa saja, melainkan terdapat pula temuan yang lain semacam 2 buah arca harimau, batu semacam menhir serta dolmen, dan 7 sumber mata air (sumur 7) yang airnya tidak pernah kering walaupun diterpa kemarau panjang.

  • Nama Panggilan

ikan dewa terbesar

Oleh penduduk dekat ikan ini diketahui pula dengan sebutan kancra bodas.

Ikan ini dipercaya selaku ikan keramat yang tidak boleh diusik keberadaannya, tidak boleh ditangkap buat dipelihara terlebih buat dimasak.

Konon bagi mitos yang tersebar di daerah dekat, siapa juga yang berani mengusik ikan dewa ini hendak menemukan kemalangan ataupun kesialan serta untuk siapa saja yang memakannya, hingga orang tersebut hendak wafat.

  • Tempatnya Dijadikan Wisata

Kancra bodas ini dipercaya selaku jelmaan prajurit Prabu Siliwangi dari yang membangkang sehingga dikutuk jadi ikan selaku wujud hukumannya.

Konon katanya ikan ini telah terdapat semenjak ribuan tahun yang kemudian, serta semenjak dulu sampai saat ini jumlahnya senantiasa sama, tidak sempat meningkat ataupun juga menurun.

Bagi mitos yang tersebar tiap kolam tempat ikan dewa tersebut dikuras, ikan – ikan tersebut hendak menghilang entah ke mana serta kembali sehabis kolam berakhir dikuras serta diisi kembali dengan air.

Apabila tanpa dibantu oleh pawangnya, memegang ikan dewa ini ialah perihal yang lumayan susah.

Alasannya pada dikala berenang turis merasa ikan tersebut terletak dalam jangkauannya serta bisa dengan gampang buat dijamah.

Namun pada dikala hendak dinaikan dari air ikan yang telah terletak dalam genggaman tersebut seakan menghilang.

Sebab dikira selaku ikan keramat, ikan ini yakin selaku ikan yang bawa keberuntungan.

Apabila seketika bagian badan terdapat yang dicium oleh ikan dewa ini hingga orang tersebut hendak menemukan keberuntungan.

Kendati dinggap selaku ikan keramat oleh penduduk dekat, namun ikan ini terkategori kedalam tipe ikan yang jinak.

Walaupun wujudnya yang nampak sedikit mengerikan dengan ukurannya yang besar serta panjangnya menggapai 60 m, ikan ini tidak beresiko sama sekali.

Sebab sifatnya yang jinak serta tidak membahayakan manusia, kolam tempat ikan dewa ini dibuka buat universal.

ikan dewa kuningan

Perihal ini membolehkan turis yang penasaran hendak ikan dewa dapat melihatnya secara langsung, apalagi dapat merasakan sensasi berenang bersama ikan dewa.

Untuk turis yang mau dicium oleh ikan dewa serta mau mengabadikan momen kebersamaannya umumnya hendak terdapat pawang yang membantunya.

Pawang tersebut hendak menolong mengangkut ikan dewa dari kolam setelah itu diposisikan bergaya mencium wisatwan buat setelah itu di abadikan momen kebersamannya lewat lensa kamera.

Untuk turis yang tidak bawa kamera tidak butuh berkecil hati sebab disitu pula ada jasa juru foto serta cetak gambar.

Keberadaan ikan dewa dengan mitosnya yang melegenda ini seakan jadi magnet yang kokoh dalam menarik wisatawa buat tiba serta berkunjung ke Cibulan.

Alasannya dengan keberadaan mitos – mitos tersebut menjadikan web wisata ini makin atraktif dimata wiasatawan.

Keberadaan ikan dewa ini dapat ditemui di 2 tempat, ialah di kolam ikan Cigugur serta web wisata Cibulan.

Kedua tempat yang jadi habitat dari ikan dewa tersebut posisinya terdapat di kota Kuningan, Jawa Barat.

Di web wisata Cibulan yang terletak di desa Manis Kidul, Kuningan Jawa Barat, ikan dewa ini di tempatkan di sebagian kolam natural yang tersusun atas batuan alam.

Kolam penampungan ikan ini berdimensi dekat 30 m x 30 m dengan kedalaman yang berdeda – beda, mulai dari 1,2 m, 1,5 m, 2 m, hingga 2,8 m.

Air yang digunakan juga ialah air asli yang dialirkan langsung dari sumber mata air yang terdapat di dasar kaki gunung Ciremai, sehingga perputaran airnya senantiasa terpelihara dengan baik.

Konservasi terhadap web wisata Cibulan terus berlangsung sampai dikala ini.

Tidak hanya buat melindungi kelestarian lingkungannya, perihal ini dicoba utamanya buat melindungi kelestarian dari ikan dewa yang jadi peninggalan Kuningan.

Ikan dewa dengan mitosnya yang melegenda menjadikannya begitu ikonik serta menjadikan namanya begitu lekat dengan Kuningan, ikan dewa seakan jadi salah satu bukti diri dari kota Kuningan.

Saking berharganya ikan dewa untuk Kuningan, Pemerintah Kota Kuningan menjadikannya selaku salah satu ikon dari kota Kuningan, tidak hanya kuda jengke serta bokor emas.

Apalagi ikan dewa ini juga dibuatkan arca selaku ikon dari kota Kuningan yang diletakan di perbatasan Kuningan – Cirebon buat menyongsong kehadiran siapa saja yang tiba ke Kota Kuningan serta melepas siapa juga yang berangkat dari kota Kuningan.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang Mitos Ikan Dewa, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat Ikan.Co.Id