Mengenal Ikan Dewa

Diposting pada

Ikan.Co.Id – Mengenal Ikan Dewa : Nama yang disandang ikan air tawar pribumi yang mempunyai nama latin Tor sp ini memanglah bermacam – macam.

Di Jawa Barat, dipanggil dengan nama ikan Kancra, di Jawa Tengah serta Timur diketahui dengan nama ikan Tombro, di Sumatera bagian selatan dipanggil dengan nama ikan Semah.

Di wilayah yang lain, nama sebutannya merupakan ikan Batak, ikan Curong, ikan Lempon, ikan Ihan, ikan Sepan, ikan Kelah, ikan Masheer, ikan Torsoro serta ikan Dewa.

Nama istilah terakhir di atas ialah ikan Dewa belum lama memanglah yang dipopulerkan buat digunakan memanggil ikan dengan nama latin Tor soro.

Nama Dewa ini timbul diprediksi sebab tipe ikan mengkonsumsi yang mempunyai harga mahal ini semenjak dahulu kerap ditemui menghuni kolam serta telaga larangan yang dikeramatkan oleh warga.

Ikan Dewa yang dikeramatkan tersebut, tidak boleh ditangkap sembarangan, tetapi wajib lewat ritual spesial.

Tidak hanya dikeramatkan, tipe ikan dari keluarga ikan karper dari suku Cyprinidae ini pula terkategori sangat jarang.

Satu lagi, di dalam wadah budidaya ikan ini pula terkategori lelet pertumbuhannya. Buat menggapai dimensi mengkonsumsi dibutuhkan waktu setahun lebih.

Boleh jadi sebab seperti itu ikan ini mempunyai harga mahal, ratusan ribu rupiah sekilonya. Pada dikala tahun baru Imlek, biayanya (konon) apalagi dapat menggapai jutaan rupiah sekilonya.

Mengenal Ikan Dewa

ikan dewa di aquarium

  • Ikan Langka

Bersumber pada beberapa hasil kajian serta riset, di Indonesia ditemui sedikitnya 4 tipe ikan dari genus Tor ialah Tor tambroides, Tor tambra, Tor soro serta Tor douronensis.

Tetapi sebagian periset terdapat yang menyangka kalau klasifikasi ikan tipe ini masih rancu sehingga masih dibutuhkan kajian lebih lanjut.

Di Indonesia, ikan ini dapat ditemui di beberapa wilayah di antara lain di Kalimantan, Sumatera serta Jawa.

Di alam aslinya, ikan tipe ini bahagia hidup di sungai di wilayah pegunungan yang mempunyai aliran deras.

Di alam aslinya, tipe ikan ini (semah serta tombro) dilaporkan dapat hidup serta berkembang sampai selama lebih dari satu m dengan berat lebih dari 30 kg.

Ikan yang menggapai dimensi tersebut usianya diperkirakan telah menggapai belasan apalagi puluhan tahun sebab tipe ikan ini diketahui mempunyai perkembangan yang lelet.

Di alam aslinya (di sebagian wilayah), tipe ikan ini telah terkategori sangat jarang. Boleh jadi sebab seperti itu, biayanya di pasaran terkategori mahal.

  • Harga Ikan Dewa

harga ikan dewa

Dimensi Ikan Dewa dapat menggapai dimensi 3 cm – 5 cm. Benih ikan dewa dikala ini mulai banyak dicari pembudidaya.

Benih ikan ini dihargai Rp1. 000 per cm panjang dimensi ikan. Maksudnya, satu ekor benih Rp5. 000.

Jika dipelihara di kolam, airnya wajib diusahakan mengalir mudah serta berkepanjangan.

Tidak hanya itu, mutu airnya pula wajib terus dicermati sebab buat perkembangan ikan dewa mempunyai temperatur 21 sampai 25 derajat Celcius.

Buat ikan dewa dengan bobot satu kg, biayanya menggapai Rp1. 000. 000.

Sehabis terdapatnya teknologi pakan resep serta tutorial penyuluh perikanan setempat, penciptaan benih ikan dewa pada 2018 yang cuma berjumlah 30. 000 ekor per tahun bisa bertambah secara signifikan jadi 120. 000 ekor per tahun pada 2021.

Dikala ini, di UPR Mina Kancra Ciburial telah terdapat 11 petani yang melaksanakan usaha pembenihan, pendederan serta pembesaran ikan dewa.

Pasar ekspor juga memburu ikan dewa sampai ke Cimalaka, di pasar internasional, ikan dewa di tahu selaku ikan mahseer.

Buat di Malaysia biayanya lebih mahal, Rp3 – 7 juta per kg. Apalagi buat kelas sultan yang bobot 5 kg ke atas biayanya dapat menggapai Rp18 – 20 juta per kgnya.

Walaupun biayanya relatif mahal, ikan Dewa yang diabadikan selaku relief di bilik Candi Borobudur ini belum banyak dibudidayakan oleh pembudidaya ikan.

  • Rilisan

ikan dewa cibulan

Pada tahun 2011 kemudian Departemen Kelautan serta Perikanan lewat SK Nomor: 66/ Men/ 2011 tertanggal 29 November 2011 sudah merilis tipe Ikan Torsoro (Tor Soro, Valenciennes) ini.

Ikan Torsoro yang dirilis KKP tersebut ialah hasil domestikasi Balai  Perikanan Budidaya Air Tawar (saat ini jadi Balai Studi  Perikanan Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan) Bogor yang dikoleksi dari Sumatera Utara (Arek Sirambe dan Tarutung) serta Jawa barat (Kuningan).

Tidak hanya telah dirilis, dalam rangka pembinaan populasi Ikan Dewa (Tor soro) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor berkolaborasi dengan Balai Halaman Taman Gunung Ciremai (BTNGC) pula sudah melaksanakan translokasi ikan dewa yang masih berbentuk anakan dari kolam pemijahan Cijeruk Bogor ke dalam kawasan TNGC.

Translokasi tersebut ialah salah satu upaya konservasi ikan dewa supaya senantiasa terpelihara kelestariannya di alam spesialnya di Kawasan TNGC sehingga senantiasa terpelihara jadi kebangaan warga Kuningan (Jawa Barat).

Di Kuningan, ikan Dewa banyak ditemui di kolam pemandian keramat di kolam Cibulan, Cigugur, Pasawahan, Linggajati, serta Darmaloka.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang Mengenal Ikan Dewa, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat Ikan.Co.Id