Ikan Papuyu

Ikan Papuyu : Biologi, Habitat, Nilai Ekonomis, dan Budidaya : Nama papuyu diambil dari bahasa daerah Kalimatan Selatan. Dalam bahasa Melayu ikan ini disebut ikan puyu dan dalam bahasa Jawa disebut ikan betik. Ikan ini tergolong ikan berukuran kecil. Ikan yang paling besar, panjangnya bisa mencapai 25 cm dan seluruh tubuhnya berwarna hitam sampai hijau pucat. Tubuhnya mempunyai daya tahan yang kuat karena dikabarkan ikan ini mampu hidup di air garam. Ikan ini juga mampu bertahan hidup di daratan hingga satu minggu lamanya. Pada musim kemarau, ikan ini akan melakukan hibernasi (tidur panjang) di lumpur sampai hujan turun kembali.

Ikan Papuyu

Daya tahan tubuh yang kuat dari ikan ini didukung juga dengan bentuk tubuhnya. Tubuh ikan ini berbentuk lonjong ke belakang dan pipih. Ikan ini mempunyai kepala berukuran besar dan mulut yang tidak dapat disembulkan. Seluruh bagian badannya ditutupi kulit dengan sisik yang besar dan kasar. Sirip perutnya keras dan dapat digunakan berjalan di permukaan lumpur yang kering. Oleh karena itu, ikan ini juga dikenal dengan sebutan climbing gauramy atau climbing perch karena kemampuannya dapat berjalan di daratan. Selain itu, tubuhnya mempunyai duri yang tajam. Akibatnya burung pemangsa ikan tidak dapat memakan ikan jenis ini karena dapat tersedak duri.


Ikan Papuyu

  1. Biologi

Ikan papuyu termasuk ikan pemakan segala. Ikan ini memangsa aneka serangga dan hewan air lainnya yang berukuran kecil. Badannya akan mengalami pertumbuhan seiring kegiatannya memangsa serangga dan hewan lainnya. Berat ikan ini di habitatnya bisa mencapai lebih dari 200 gram dalam setahun. Namun apabila dibudidayakan, beratnya berkisar 70-100 gram. Setelah tumbuh dewasa, ikan akan berkembang biak. Pembuahan ikan ini terjadi di luar, tubuh induk jantan mengeluarkan sperma yang digunakan untuk membuahi telur yang dikeluarkan induk betina. Telur akan mengapung, kemudian menetas menjadi larva. Larva akan mengalami pertumbuhan.

Baca Juga:  Mengenal Ikan Bidadari (Angelfish)

  1. Habitat

Ikan puyu atau papuyu habitatnya di seluruh perairan tawar, seperti sungai, danau, dan rawa. Ikan ini juga bisa hidup di sawah yang tergenang air. Perairan air tawar termasuk habitat yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian, manusia dapat dengan mudah menangkap ikan ini. Ikan ini dapat ditangkap dengan cara memancingnya. Umpan yang digunakan untuk memancing dapat berupa cacing atau umpan yang biasa dijual di pasaran. Selain itu, ada juga yang menggunakan kroto sebagai umpan. Kroto adalah telur dari semut rangrang. Sebelum menggunakannya, kroto dicampur dengan getah supaya lengket. Hasil tangkapan ikan, biasanya dijual atau dikonsumsi sendiri.


  1. Nilai Ekonomis

Ikan ini termasuk ikan lokal yang mempunyai harga jual cukup tinggi. Tingginya harga ikan ini lebih dikarenakan rasa dagingnya yang gurih dan enak. Selain rasanya yang gurih dan enak, ikan papuyu mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti fosfor, omega 3, zat besi, dan protein. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai masakan, seperti ikan bakar, ikan goreng, atau ikan kuah kuning.  Apabila mengonsumsinya dalam jumlah yang proporsional, kandungan nutrisi pada ikan ini memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh salah satunya adalah mencegah pengeroposan tulang, meningkatkan daya ingat, dan menyembuhkan luka dengan cepat.


  1. Budidaya

Ikan yang mempunyai nama lain betik ini termasuk salah satu ikan yang diminati oleh masyarakat luas. Hal ini menyebabkan banyaknya permintaan pasar terhadap ikan ini. Untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, maka perlu dilakukannya budidaya ikan.  Budidaya ikan ini dilakukan dengan teknik pemijahan. Sebelum melakukan pemijahan, terlebih dahulu adalah menyeleksi induk ikan yang siap untuk pemijahan. Pemijahan dilakukan di kolam yang telah diatur sedemikian rupa. Setelah pemijahan berhasil, telur akan menetas selang 10-12 jam. Proses selanjutnya adalah pemeliharaan larva.

Baca Juga:  Cara Pemijahan Neolamprologus Tretocephalus

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan ikan papuyu. Apa Anda tertarik untuk membudidayakan ikan ini? Jika iya, ada baiknya Anda mencaritahu lebih banyak tentang persiapan pemijahan dan cara pemeliharaan larva. Hal ini penting dilakukan, supaya budidaya yang akan Anda lakukan berhasil.