Cara Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele : Pada kesempatan kali ini mari kita membahas tentang budi daya ikan lele. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang dikelilingi oleh lautan. Sehingga negara Indonesia disebut dengan negara maritim. Maka dari itu banyak masyarakat Indonesia yang manfaatkan laut sebagai bahan bisnis. Keanekaragaman hayati  yang membuat masyarakat Indonesia semakin bersemangat dalam berbisnis.

Cara-Ternak-Ikan-Lele-Yang-Baik-dan-Benar-Supaya-Tidak-Boncos

Salah satu yang sedang marak di Indonesia yaitu budidaya ikan lele. Budidaya ikan lele ini sangat berkembang pesat di kalangan masyarakat Indonesia. Alasan orang Indonesia membudidayakan ikan lele ini dikarenakan caranya yang mudah dipahami, modalnya yang tidak terlalu banyak untuk mendirikan usahanya dan pemasarannya yang mudah untuk di pasarkan. Pada zaman sekarang ikan lele sudah banyak dikelolah secara intensif.

Maksud dari dikelolah secara intensif yaitu menerapkan budidaya ikan lele pada tebar yang tinggi dan pemakaian pakannya buatan berkadar protein tinggi. Tetapi budi daya memakai cara intensif juga memiliki efek samping yaitu konsentrasi limbahnya akan mengalami peningkatan yang begitu cepat dan mengalami resiko kematian yang begitu tinggi. Tetapi hal seperti ini sudah tidak dapat dihindari karena ikan hanya bisa memanfaatkan 20% – 30% nutrien pakan dan 75%nya akan dibuang ke perairan.


Tata cara budi daya ika lele yang benar

  • Pembenihan Ikan Lele

Karena lele merupakan ikan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia banyak yang telah membudidayakan. Ikan lele memiliki rasa yang lezat, dagingnya yang empuk, memiliki duri yang teratur maksudnya tidak menonjol dan dapat dihidangkan dengan menu masakan apa saja. Ikan lele itu sendiri memiliki banyak macam. Salah satu macam ikan lele yaitu dumbo. Lele ini memiliki keunggulan yang sangat baik dibanding ikan lele lokal pada biasanya.

Baca Juga:  Ciri Ciri Ikan Cupang Siap Kawin

Kenggulan lele dumbo yaitu berkembang lebih cepat, saat bertelur juga lebih banyak dan sangat tahan terhadap penyakit. Namun jika seseorang salah tekhnik dalam budidaya ikan lele dumbo maka populasinya akan mengalami penurunan. Biasanya saat dikawinkan ikan lele dumbo itu sekerabat. Ikan lele itu memiliki banyak manfaat yaitu: sebagai bahan makanan sehari – hari,  sebagai bahan peliharaan, bisa juga sebagai bahan – bahan obat dan mengkonsumsi ikan lele ini juga dapat menyehatkan jantung.

Pembenihan lele itu sendiri memiliki arti yaitu untuk menghasilkan benih sampai ukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina yang dilakukan di kolam – kolam khusus untuk pemijahan. Budidaya ikan lele itu memiiliki 3 sistem. Pertama, Sistem Massal (mempunyai cara yaitu dengan menempatkan ikan lele jantan dan ikan lele betina dalam satu kolam dengan memiliki perbandingan tertentu. Pada sistem ini si jantan akan mencari si betina untuk di ajak kawin).

Kedua, Sistem Berpasangan (yaitu dengan teknik menempatkan si jantan berkumpul dengan si betina dalam satu kolam yang nantinya si jantan mencari betina untuk di kawinkan. Ketiga, Pembenihan Sistem Suntik (dilakukan dengan cara merangsang lele untuk memijah yang nantinya akan terjadi ovulasi dengan adanya suntikan kelenjar). Itulah sistem yang dimiliki dari budidaya ikan lele.


  • Proses Budidaya Ikan Lele

Setelah mengenal tentang pembenihan lele mari kita lanjut mengetahui tentang proses budi daya dari ikan lele itu sendiri. Pertama kita akan membahas tentang pembuatan kolam lele. Kolam lele sendiri memiliki 2 macam  atau tipe kolam. Kolam yang dimaksud adalah bak dan kubangan atau yang disebut dengan kolam galian. Pembuatan kolam itu sendiri harus sesuai dengan lahan yang kita punya. Kondisi ini cocok untuk berbagai tipe dan macam kolam.

Baca Juga:  Cara Pemijahan Neolamprologus Tretocephalus

Budidaya ikan lele menggunakan kolam tandon. Kolam tandon ini harus selalu mendapatkan air yang langsung dari sumber mata air langsung. Air ini sendiri memiliki fungsi untuk pengendapan air, persediaan air dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini nantinya akan mengalirkan sumber airnya ke kolam yang lain. Selanjutnya kita akan membahas tenang kolam pemeliharaan. Dimana si jantan dan si betina pada saat proses pematangan telurnya maka mereka akan dipelihara di kolam tersendiri. Pemisahan ini juga berfungsi untuk mematangkan sel telur dan sel sperma.

Nah berikutnya kita akan membahas tentang kolam pemijihan. Kolam pemijihan itu sendiri merupakan tempat si betina dan si jantan untuk dikawinkan atau mereka akan kawin sendiri. Di dalam kolam pemijihan ini harus tersedia sarang dari ijuk, bambu, batu bata dan masih banyak yang harus diletakkan lagi untuk pemijahan. Di dalam kolam pemijahan ini sebagai tempat hubungan induk betina dan induk jantan.

Di dalam budidaya ikan lele selanjutnya akan membahas tentang kolam pendederan. Dimana kolam ini memiliki berbagai macam fungsi yaitu sebagai tempat untuk membesarkan anak yang telah menetas dai si betina  dan anaknya telah berumur 3 – 4 hari. Pemindahan anakan ini memiliki tujuan yaitu karena anakan yang telah berumur 3 – 4 hari itu memerlukan pakan.  Sebelum anakan memakan pakan mereka hanya memakan cadangan kuning telur dari induknya yang berada dalam saluran pencernaan si induk.

Pada bahasan selanjutnya kita akan membahas tentang pemilihan induk lele. Induk lele ini dibedakan menjadi 2, yaitu induk jantan dan induk betina.  Spesifikasi induk jantan adalah memiliki tulang kepala berbentuk pipih, memiliki gerakan lincah, memiliki alat kelamin runcing, warna tubuhnya lebih gelap, memiliki perut yang ramping dan tidak terlihat lebih besar dari punggungnya. Berikut kita akan mengetahui tentang spesifikasi betina: memiliki gerakan yang lamban, perutnya mengembang lebih besar dari punggungnya, memiliki kelamin yang bulat, warna tubuh cerah.

Baca Juga:  Bibit Ikan Lele

Berikut kita akan membahas budidaya ikan lele yaitu tentang persiapan ikan lele itu sendiri. Proses pengolahan lahan pada kolam tanah. Proses ini meliputi tentang. Pertama, pengeringan (proses ini untuk membersihkan kolam dan berfungsi untuk mematikan berbagai bibit penyakit). Kedua, pengapuran (proses ini dilakukan dengan kapur Dolomit yang berdosis 60 gr/m2 berfungsi untuk mengembalikan keasaman tanah dan memiliki fungsi mematikan bibit penyakit yang tidak bisa mati dengan pengerigan).

Ketiga, perlakuan TON (proses ini untuk menetralkan racun dan berbagai gas berbahaya yang merupakan hasil pembusukan bahan – bahan organik sisa budidaya yang pernah dilakukan sebelumnya. Dilakukan dengan dosis 5 botol atau 25 gram. Pupuk kandang juga bisa berguna untuk menambah kesuburan pada tanah). Keempat, perlakuan pemasukan air (pemasukan air ini dilakukan secara bertahap yang semula tingginya 30 cm dan dibiarkan selama 3 – 4 hari untuk menumbuhkan plankton yang berfungsi sebagai pakan lele.


Dari penjelasan ikan.co.id diatas mengenai budidaya ikan lele dapat disimpulkan bahwa membudidaya makhluk hidup itu sangatlah bermanfaat dan berguna yang nantiya akan menghasilkan keuntungan bagi kita.