√Umpan Mancing Ikan Gabus Jitu®

Umpan Mancing Ikan Gabus

9 Umpan Mancing Ikan Gabus Jitu Paling Ampuh – Ikan gabus adalah salah satu ikan predator yang sangat sulit untuk ditaklukan oleh para pemancing karena ikan yang satu ini memiliki perlawanan yang sangat kuat ketika sudah terkena mata pancing dan jika tak siap maka ikan ini dapat lolos dengan mudah. Banyak pemancing yang penasaran untuk menaklukan ikan ini karena perlawanannya yang tidak biasa. Ikan ini banyak terdapat di rawa, danau, sungai dan parit.

Umpan Mancing Ikan Gabus

 

Ikan gabus sangat menyukai tempat yang rindang dan sangat tak menyukai tempat yang terpapar sinar matahari. Oleh karena itu ketika anda memutuskan memnacing ikan ini pada siang hari maka anda dapat mencari ikan ini pada penggiran sungai, rawa dan tak jarang ikan ini masuk kedalam lumpur untuk berlindung dari sengatan cahaya matahari.


Memancing ikan gabus cukup berbeda dengan mancing jenis ikan lainnya seperti ikan mas, nila, gurame dan sebagainya, karena ikan ini adalah ikan predator maka anda juga harus menyesuaikannya dengan cara anda memancing baik itu dari perlengkapan pancing dan umpan yang akan digunakan.


Persiapan Sebelum Memancing Ikan Gabus

Adapun hal yang harus dipersiapkan sebelum memancing ikan ini antara lain:
  1. Waktu terbaik untuk memancing ikan gabus adalah pagi dan sore hari. Jika pada pagi hari, matahari belum terlalu panas sehingga ikan kemungkinan besar belum mencari tempat persembunyian dan sedangkan untuk sore hari, ikan akan mulai keluar untuk mencari makan setelah bersembunyi dari panas matahari. Namun waktu yang paling baik adalah sore hari ketika ikan sudah mulai mencari makan.
  2. Jikalau anda ingin menggunakan umpan tiruan untuk casting, hal itu sah-sah saja. Hanya saja anda harus terlebih dulu mengerti cara menggerakan umpan agar lebih terlihat hidup dan dapat menarik perhatian ikan gabus untuk memakannya.
  3. Ikan gabus merupakan ikan yang cukup peka dengan suara-suara yang menurutnya asing. Sehingga ketika mancing usahakan jangan membuat kegaduhan agar ikan tak terkejut dan lari.
  4. Gunakan senar yang kuat yang dapat anda beli di toko pancing. Gunakan pancing yang mampu menahan beban hingga 20 kg.
  5. Joran jenis fast tapper sangat mendukung untuk menopang perlawanan dari ikan gabus karena jika menggunakan joran biasa resikonya dapat merusak joran karena perlawanan yang cukup liar dari ikan gabus.
  6. Jangan berpatokan bahwa anda akan mendapatkan ikan besar, oleh karenanya bawalah mata kail ukuran sedang dan kecil untuk mengantisipasi jika ikan besar tak anda dapatkan maka ganti dengan menggunakan mata kail yang lebih kecil agar ikan buruan tetap didapatkan.

Umpan Casting Ikan Gabus

Berikut ini terdapat 9 umpan casting ikan gabus, antara lain sebagai berikut:


1. Belalang

Hewan yang banyak ditemui di persawahan ini sebenarnya bisa digunakan sebagai umpan ikan gabus. Belalang bisa digunakan untuk memancing ikan gabus, karena selain ampuh untuk mendapatkan ikan gabus dan mendapatkan belalangpun tidak terlalu susah. Adapun cara menggunakan belalang sebagai umpang, cukup kaitkan mata kail pada belalang mulai dari ekornya.


2. Cacing 

Kalian bisa menggunakan cacing tanah sebagai umpan jitu untuk menangkap ikan Gabus. Cacing tanah selain mudah didapatkan, juga mempunyai bau amis yang menyengat dan sangat ampuh menarik ikan ikan Gabus. kelebihan menggunakan umpan cacing tanah ini tidak hanya dimakan oleh ikan gabus saja namun ikan predator jenis lainnya juga bisa memakannya.


3. Ikan Wader

Ikan Wader merupakan ikan yang berukuran kecil dan banyak ditemui disungai. Ukurannya yang kecil sangat cocok bila dijadikan sebagai umpan ikan predator seperti Gabus. ikan wader yang akan digunakan sebagai umpan harus diusahakan masih hidup. Caranya cukup kaitkan mata kail kepunggung ikan wader. Kenapa harus hidup? karena ikan wader dapat berenang dan menarik perhatian ikan Gabus untuk dimangsa olehnya.


4. Jangkrik

Gak afdol rasanya bila jangkrik tidak disebutkan sebagai umpan yang paling ampuh untuk memancing ikan gabus. Hewan yang bersuara merdu ini dapat digunakan sebagai umpan untuk memancing ikan Gabus. Karena bila jangkrik digunakan sebagai umpan merupakan hal yang sudah biasa. Jangkrik juga bisa digunakan untuk memancing ikan predator jenis lainnya, caranya cukup mudah kalian hanya perlu mengaitkan ekor jangkrik pada mata kail pancing kalian.


5. Katak Kecil

Carilah katak kecil yang banyak berkembang biak di sawah dan sungai. Untuk memakai umpan katak ini biasanya digunakan mancing ikan pada malam hari, yaitu dikaitkan pada mata kail mulai dari belakang ekornya dan menggantung. ganas. Usahakan kataknya masih hidup hal Ini bertujuan agar umpan dapat bergerak dan merarik perharian ikan gabus supaya lebih cepat datang serta memangsa katak.


6. Ulat Daun Pisang

Ulat daun pun bisa juga digunakan untuk umpan memancing ikan gabus selain bisa menggunakan belalang, cacing tanah, ikan kecil seperti ikan wader, jangkrik ataupun katak kecil. Selain mudah untuk didapatkan, ternyata ulat daun dapat memikat ikan gabus datang. Cara cukup kaitkan mata kail dari belakang ekornya, dan umpan pun sudah diap digunakan.


7. Cacing Tanah

Selain gampang untuk dicari baik kita mencari sendiri atau membeli , cacing tanah juga cukup ampuh untuk menarik perhatian ikan predator jenis ikan Gabus ini, karena Cacing tanah memiliki ciri khas yaitu bau amis yang sangat menyengat sehingga ikan Gabus ini menjadi lebih tertarik.


8. Anakan Ikan Mas

Pilih ikan yang sehat dan berwana cerah. Warna ikan mas yang cerah akan sangat mengoda predator untuk memangsanya. Cara mengaitkannya cukup kaitkan kail ke tubuh ikan. Kaitkan ke bagian punggung dan pastikan ikan harus tetap hidup agar bisa berenang bebas.


9. Umpan Buatan

Umpan yang satu ini yang paling mimin sukai, kenapa?? Meskipun hanya umpan buatan/lures yaitu umpan yang dibuat menyerupai umpan alami dengan bahan dasar karet maupun kayu atau metal.  Namun umpan buatan mempunyai kelebihan yakni umpan ini lebih awet dibandingkan umpan alami.


Umpan alami hanya bisa di pakai satu kali saja berbeda dengan umpan buatan. Bahan dasar yang kuat dan lentur umpan buatan bisa digunakan berkali-kali. Selain itu bentuknya yang sangat mirip dengan umpan alami akan mengoda ikan gabus untuk menyambar.


Demikian Pembahasan Tentang 9 Umpan Mancing Ikan Gabus Jitu Paling Ampuh

Semoga Penyampaian dalam Artikel ini Bermanfaat Bagi Semuanya…!!!


Share this:

√Budidaya Ikan Discus®

Budidaya Ikan Discus

Cara Budidaya dan Merawat Ikan Discus Bagi Pemula – Diskus yang di juluki ratu ikan hias air tawar ini telah memulai perjalannya dari habitat aslinya ke aquarim di rumah kita. Aslinya ikan ini berasal dari pedalaman rimba Amazon, Brazil yang terkenal kaya akan beragam species tumbuhan dan binatang. Diskus adalah salah satu ikan hias air tawar yang banyak peminatnya. mengenai sistematikanya ada sedikit perdebatan, banyak orang mengklaim berdasarkan tempat asal, warna dan bentuk luarnya.

Budidaya Ikan Discus

 

Ikan yang berbentuk seperti kue dadar ini di lengkapi dengan keindahan warna dan bentuk tubuhnya. Jika pada umumnya ikan hias mempunyai bentuk tubuh memanjang, diskus tidaklah demikian. Bentuk diskus unik seperti cakram atau kue dadar. Warnanya sangat unik dan manarik sesuai dengan strain dan keturunannya.


Cara Budidaya Ikan Discus

Berikut dibawah ini merupakan cara budidaya ikan discus, yakni sebagai berikut:


Pembenihan

Berikut dibawah ini merupakan cara pembenihan, yakni sebagai berikut:


  1. Pemilihan Induk

Pemilihan induk harus tepat agar anak yang dihasilkan berkualitas dan bernilai jual tinggi. Induk yang baik harus tanpa cacat, sehat, tampak aktif, bentuknya proporsional, ukurannya terbesar di antara kelompok umurnya, gemuk, mulutnya relatif besar, dan berumur lebih dari setahun. Induk diskus sangat susah dipaksakan berpasangan sehingga biasanya dibiarkan memilih pasangannya sendiri dalam kelompok calon induk. Bila sudah tampak berpasangan dengan terus berenang bersama maka pasangan induk tersebut dapat dipisahkan dari kelompoknya.


  1. Membedakan Induk Jantan dan Betina

Membedakan diskus jantan dan betina akan lebih mudah dilakukan jika kita dihadapkan dengan sekumpulan calon induk yang dibesarkan bersama dan berasal dari wadah yang sama. Dalam sekumpulan itu, diskus jantan umumnya memiliki postur tubuh yang lebih besar dengan bentuk forehead lebih kekar atau kasar. Sementara itu, diskus betina umumnya berukuran lebih kecil dengan bentuk forehead lebih halus.

Membedakan kelamin diskus dilihat dari betuk mulut dan hidung. Pada diskus dewasa, betina memiliki bibir yang simetris, sama besar antara bibir atas dengan bibir bawahnya. Sedangkan diskus jantan, bibir atasnya lebih menonjol. Jika melihat hidungnya, maka jantan mempunyai bentuk agak bengkok, berlainan dengan betina yang hidungnya berbentuk lurus. Dilihat dari sekitar sirip dubur, pada diskus jantan rata-rata lurus sedangkan pada diskus betina bentuknya membulat. Melihat gerakannya, diskus jantan mempunyai pergerakan yang lebih agresif dari diskus betina.

Cara lain untuk membedakan diskus jantan dan betina adalah dengan melihat alat kelamin genitalnya. Diskus betina memiliki organ genital yang berbentuk lonjong dengan ujung menumpul atau berbentuk elips. Diskus jantan berbentuk bulat dengan panjang sekitar 1,5 mm.


  1. Ciri-Ciri Ikan Diskus Siap Pijah

Ikan diskus yang siap mijah umumnya ditandai dengan memisahkan diri dari rekan-rekannya dalam satu wadah pemeliharaan.Ikan diskus tergolong ikan yang setia pada pasangannya, karena itu ikan diskus tidak bisa dipijahkan selain dari pasangannya tersebut.

Pasangan ini lalu kita pisahkan ditempat tersendiri dan terus diamati.  Pasangan yang lengket terus sudah cukup sebagai jaminan bahwa mereka jantan dan betina. Calon induk jantan harus berumur 15 bulan, sedangkan induk betina berumur 12 bulan sehingga layak untuk dipijahkan.


  1. Tempat Pemijahan

Pemijahan diskus sudah bukan masalah lagi bagi peternak maupun hobiis. Namun, karena harganya mahal dan banyak penggemarnya maka pemijahannya sebaiknya dilakukan dengan seksama. Biasanya diskus dipelihara dalam akuarium, begitu pula dalam proses pemijahannya. Wadah yang di gunakan untuk memijahkan ikan diskus berupa akuarium dengan ukuran 60 x 50 x 50 cm untuk satu pasang induk.Air untuk pemeliharaan dan pemijahan harus jernih dengan suhu berkisar antara 28-300C dengan pH 5-6.

Selain faktor air, kadar oksigen juga harus diperhatikan, kadar oksigen yang berlimpah sangat dibutuhkan. Untuk mendapatkannya digunakan aerator yang bertugas mensuplai oksigen kedalam air pemeliharaan. Karena sifat telur diskus menempel, maka tempat telur yang mesti disiapkan adalah pecahan genteng, pot dan pralon diameter 4 inci yang dipasang tegak di tengah akuarium setinggi air dalam akuarium. Untuk tempat telur ini harus di permukaan benda yang licin, yang dibersihkan terlebih dulu.


  1. Pemijahan ikan discus

Proses pemijahan ikan discus dimulai dari pemilihan bibit indukan yang baik dengan syarat-syarat ; tidak cacat, aktif, sehat, berumur lebih dari 1 tahun dan ukuran badannya proporsional. Biasanya ikan discus akan memilih sendiri pasangannya, dan setelah menemukan pasangannya baru pasangan ikan discus jantan dan betina itu dipisahkan dari kelompok dengan ditempatkan di aquarium pemijahan. Proses pemijahan biasanya terjadi selama 2 minggu dan dalam satu bulan ikan discus betina mulai bertelur.


  1. Penetasan Telur

Sarang telur biasanya dibuat dari potongan paralon yang diletakkan di pojok atau tengah akuarium pada posisi berdiri. Seperti halnya ikan lain, induk diskus pun akan membersihkan sarangnya sebelum meletakkan telur-telurnya.

Sifat ikan ini sangat unik, yaitu telur dan larvanya tidak dapat dipisahkan dari induknya. Oleh karena itu, telurnya tidak dipisahkan dari induknya dan dibiarkan menetas dalam wadah pemijahan. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Larva ini akan terus menempel pada induknya hingga berumur seminggu.

Biasanya larva akan mulai berenang setelah berumur seminggu. Walaupun sudah bisa berenang, namun larva tersebut akan sering menempel pada induknya hingga berumur 21 hari. Beberapa pakar menyebutkan bahwa larva diskus tersebut memakan lendir yang keluar dari tubuh induknya atau sering disebut “menyusu” pada induk. Ada juga pakar yang percaya bahwa larva ini diberi pakan melalui mulut induknya.

Walaupun ikan ini terkenal dengan sifatnya merawat telur dan anaknya, namun ada juga induk yang memakan telurnya sendiri. Sementara larva yang sudah bisa berenang tidak akan dimakan induknya. Oleh karena itu, biasanya peternak memberi sekat untuk membatasi induk dengan telurnya. Sekat tersebut terbuat dari kawat halus yang dilingkarkan ke sarang. Adanya sekat ini menyebabkan induk tidak dapat mencapai telurnya.


Pembesaran

Berikut dibawah ini merupakan cara pembesaran ikan discus, yakni sebagai berikut:


  • Pemeliharaan Larva Dan Anakan Ikan Discus

Ada hal yang unik dari ikan discus, telur-telur yang dihasilkan setelah menetas menjadi larva akan menempel pada tubuh induknya untuk memakan lendir dari tubuh induknya. Telur-telur ikan discus umumnya menetas setelah berumur 2 – 3 hari. Anakan ikan discus dibiarkan menempel pada tubuh induknya sampai berumur +- 1 bulan. Setelah usia satu bulan anakan ikan discus dipisahkan untuk ditempatkan dalam aquarium pembesaran. Satu indukan ikan discus biasanya bisa menghasilkan telur sekitar 100 buah dalam sekali proses pemijahan.


  • Pakan Ikan Diskus

Di alam liar, ikan diskus merupakan omnivora oportunistik yang memakan inverterbtara serta tumbuhan. Saat mereka makan, mereka akan mengulum makanan mereka, meludahkannya, kemudian menangkapnya kembali lantas menelannya. Secara umum diskus tak punya persyaratan makan khusus. Mereka bisa tumbuh hanya dengan makanan ikan biasa yang kaya protein.

Walau demikian, diskus kadang bersikap hati-hati terhadap makanan baru, mereka sudah biasa memilih untuk tak makan berhari-hari daripada mengkonsumsi makanan baru. Setelah berpuasa sekitar sebulan, umumnya diskus akan menerima makanan baru begitu saja, namun jangka waktu tersebut tentu akan menghambat pertumbuhannya.

Metode “membuat kelaparan” ini tak disarankan untuk memaksa diskus makan sesuatu.Sebaiknya, campurkan makan baru tersebut dengan makanan yang sebelumnya telah disukai diskus. Seiring dengan waktu, diskus akan mulai menerima makanan baru tersebut dan makanan lamanya bisa dihilangkan.

Hati sapi atau babi seringkali diberikan pada diskus guna memperindah warna tubuhnya serta mempercepat pertumbuhannya. Walau demikian, beberapa orang yang memikirkan dampak jangka panjang dari pemberian protein mamalia pada ikan mulai menggeser kebiasaan itu. Mereka mengganti hati sapi atau babi itu dengan diet berupa krill, yakni suatu krustasea mirip-udang.

Sebenarnya diskus menyukai mangsa yang hidup dan berukuran kecil, jadi makanan tersebut tepat jika diberikan dalam jangka panjang. Selain krill, makanan lain yang dsukai diskus adalah cacing hitam, cacing darah, udang air asin, dan larva nyamuk. Hal yang perlu diperhatikan saat memberi mangsa hidup adalah kemungkinan adanya parasit serta bakteri pada mangsa tersebut.

Untuk alasan ini sangat disarankan untuk tidak memberi cacing tubifex hidup sama sekali, karena praktis menghilangkan semua bakteri dari tubuh mereka adahal hal yang tak mungkin. Disarankan untuk membeli makanan hidup di pengecer akuarium, dan jika hendak memberikan tubifex pun, pilihlah balok-balok tubifex freeze dried karena semua parasit dan bakteri telah mati dalam proses ini.

Jika makanan hidup tak tersedia, makanan buatan juga boleh. Sebaiknya pilih makanan berbentuk granula berkualitas tinggi. Makanan berbentuk serpihan (flakes) juga bagus namun yang berbentuk granula mampu menahan vitamin, mineral, dan berbagai unsur kelumit lainnya dengan lebih baik dari pada serpihan.

Telur ikan diskus harus diberi makan cacing darah beku, hati sapi, Tetra Color Bits, udang air asin (hidup/beku), atau cacing putih hidup. Jika memberi makan hati sapi, perhatikan agar tak ada sedikitpun yang tersisa karena itu akan mengotorkan air dengan segera. Tubifex atau cacing hitam hidup tak boleh diberikan pada diskus kapanpun, karena mereka akan menghadirkan parasit ke dalam tengki.

Walaupun pakan dari larva berasal dari induknya, namun akan lebih baik lagi akan lebih baik lagi ditambahkan Nauplius artemia atau kutu air saring. Bila larva sudah pisah dari induknya, pakannya dapat diganti dengan kutu air besar. Namun, kualitas pakan tersebut harus di perhatikan, terutama pakan dari alam agar ikan terhindar dari penyakit. Diskus berumur sebulan atau lebih sudah bisa di beri pakan cacing sutera, cacing darah, atau jentik nyamuk. Bahkan peletpun dapat di berikan pada usia dewasa.


  • Cara Pembesaran

Yakni sebagai berikut:

  1. Pindahkan anakan diskus berusia satu bulan dari induknya ke akuarium berukuran 120 X 50 X 50 Cm. Setelah besar pindahkan diskus ke akuarium yang lebih luas lagi.
  2. Agar terlihat bagus, diskus sebaiknya ditempatkan di akuarium standar (induk 50 X 50 X 40 Cm dan anakan diskus 50 X100 X 35 Cm)
  3. Agar ikan diskus tetap hidup dengan baik, sediakan pakan alami seperti dapmia, cacing sutera, cacing super,jentik nyamuk, udang, dan sejenisnya. Diskus juga suka mengkonsumsi pakan buatan campuran dari  jantung, hati, daging, udang, ikan, dan sayuran.

Sebaiknya, budidaya ikan diskus dilakukan secara kelompok. Budidaya secara kelompok ini lebih efektif dan efisien. Budidaya secara kelompok juga memudahkan proses pemasaran dan distribusi ikan hias.


  • Panen dan Pemasaran

Ukuran 4 cm atau berumur sekitar 3 bulan ikan diskus sudah dapat di jual. Untuk menyalurkan produksi ikan hias terdapat tiga jenis pasar ikan hias, yaitu pasar perdagangan besar (pengumpul), pasar eksportir, dan pasar pengecer/konsumen.

Pada pasar pedagang pegumpul bertemu petani ikan hias sebagai penjual dan pedagang pengumpul sebagai pembeli.  Dalam hal ini terjadi hubungan dagang yang sangat kuat karena pedagang pengumpul aktif membina  petani ikan hias dalam teknik budidaya dan pemasaran sehingga petani  harus menjual produknya kepada pedagang pengumpul yang membinanya.


Demikian Pembahasan Tentang Cara Budidaya dan Merawat Ikan Discus Bagi Pemula

Semoga Penyampaian dalam Artikel ini Bermanfaat Bagi Semuanya…!!!


Share this:

√Budidaya Ikan Sumatra®

Budidaya Ikan Sumatra

Cara Budidaya Ikan Sumatra Di Aquarium – Ikan Sumatra adalah sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Nama tersebut adalah nama perdagangannya sebagai ikan hias. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dikenal sebagai sumatra barb atau tiger barb.

Budidaya Ikan Sumatra

Teknik Budidaya Ikan Sumatra

Berikut dibawah ini terdapat beberapa teknik budidaya ikan sumatra, terdiri atas:


A. Pemerian

Ikan yang berukuran kecil, dengan panjang total (beserta ekor) mencapai 70mm. Tubuh berwarna kekuningan dengan empat pita tegak


Sekitar mulutnya, sirip perut dan ekor berwarna kemerahan. Sirip punggung dan sirip dubur berwarna hitam, namun warna hitam pada sirip punggung dibatasi oleh garis merah. Jenis yang diperdagangkan, selain yang berwarna kekuningan, ada pula individu yang kemerahan, kehijauan dan albino.


Jenis yang berwarna kehijauan, yang sebetulnya adalah gejala melanisme pada ikan sumatra, dan yang berwarna albino merupakan hasil dari pembiakan selektif dalam penangkaran untuk meningkatkan nilai jual ikan ini.


B. Persiapan Pemijahan

berwarna gelap, pita yang pertama melewati mata dan yang terakhir pada pangkal ekor. Gurat sisi tak sempurna, 22-25 buah dengan hanya 8-9 sisik terdepan yang berpori. Batang ekor dikelilingi 12 sisik. Tinggi tubuh sekitar setengah kali panjang standar (tanpa ekor).

  1. Ikan dewasa Panjangnya bisa mencapai 6 cm dapat dipijahkan secara massal atau berpasangan pada tempat yang tidak terlalu luas. Tempat pemijahan berupa bak semen atau akuarium dilengkapi dengan substrat atau tanaman air sebagai tempat menempelkan telur.
  2. Toleransinya terhadap suhu , yaitu sekitar 20-60oC, pH netral sampai basa. Suhu optimal untuk pemijahannya 25oC dan kesadahan rendah, tinggi air dalam bak lebih kurang 30 cm, untuk mencegah jamur pada telur nanti sebaiknya air pada bak pemijahan diberikan obat anti jamur atau methylene blue dengan konsentrasi rendah.

C. Pemilihan Induk

Terdiri atas:

  • Umur calon induk sama dengan 3 bulan atau lebih, panjang .
  • Induk betina bila telah matang kelamin perutnya membulat serta lembek jika diraba, warna tubuhnya biasa saja.
  • Sebaliknya, ikan jantan lebih ramping dan warna tubuhnya mencolok. Ikan jantan yang telah matang kelamin sering berubah warna.

D. Pemijahan Induk

Terdiri atas:

  1. Substrat atau Tanaman air hydrilla yang telah dicuci bersih dimasukan kedalam bak pemijahan. Induk hasil seleksi dilepaskan sore hari dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1.
  2. Pemijahan mulai terjadi malam atau pagi hari sebelum jam 10.
  3. Substrat atau Tanaman air sebagai tempat menempel telur harus dikontrol untuk mengetahui ikan sudah bertelur atau belum.
  4. Hal ini sangat penting karena telur sangat kecil dan berwarna bening ,selesai pemijahan induk segera ditangkap dan dipindahkan ke tempat lain, sedangkan telur yang menempel pada tanaman air tetap dibiarkan pada bak pemijahan sampai menetas.
  5. Telur akan menetas dalam waktu 2 hari. Paling lambat 3 hari.

E. Pemeliharaan larva

Terdiri atas:

  • Pada minggu pertama, larva diberi infusoria,rotifera atau kutu air saring karena masih lemah, belum aktif, dan alat pencernaannya belum terbentuk sempurna.
  • Memasuki minggu ke tiga, benih sudah lebih kuat serta aktif makapakan sudah dapat ditambah dengan pakan buatan. Pakan tambahan berupa tepung pelet halus atau cacing sutera dapat diberikan sampai akhir pemeliharaan untuk mempercepat pertumbuhan ikan umur 2 bulan ikan sudah bisa dipanen dan dipasarkan.

F. Pendederan

Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan ikan Sumatera (Puntius tetrazona) ukuran tertentu dari hasil kegiatan pembenihan sebelum dipelihara di tempat pembesaran. Ukuran benih ikan Sumatera yang dipelihara biasanya dari ukuran 1 inchi hingga mencapai ukuran 2-3 inchi.


Menurut Yuan Lie (2007) kolam pemeliharaan larva menggunakan bak semen berukuran 2 x 2 x 0,5 m. Kegiatan yang dilakukan dalam persiapan kolam dimulai dengan menyikat bak agar sisa-sisa kotoran yang menempel menjadi lepas, kemudian dilakukan pengeringan kolam dengan membuka saluran outlet dan menutup saluran inlet sampai air dalam kolam keluar semua. Setelah dibiarkan selama 2 hari, kolam diisi air setinggi 30 cm dan saluran outlet ditutup dengan menggunakan tutup saluran atau saringan halus.


Kegiatan pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 2 kg, Urea dengan dosis 50 gr dan TSP dengan dosis 20 gr yang dimasukkan ke dalam karung dan diletakkan dibawah kucuran air masuk. Debit air yang masuk diatur sebesar 0,5 lt/dtk. Kegiatan pengapuran tidak dilakukan karena pengapuran bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dan pH tanah, sedangkan dasar kolam terbuat dari semen.


Penebaran larva dilakukan pada pagi hari dan aklimatisasi terlebih dahulu dengan cara merendam wadah berupa kantong plastik yang terisi larva selama 15 menit dan dimasukkan air kolam secara bertahap sehingga suhu di dalam wadah sama dengan suhu di dalam kolam dan larva akan keluar dengan sendirinya.


Untuk melindungi larva dari sinar matahari, kolam pemeliharaan diberikan enceng gondok secukupnya. Pengelolaan kualitas air dengan pembuangan enceng gondok dan pembersihan sampah-sampah dan sisa metabolisme dengan menggunakan serokan.


G. Pemeliharaan di akuarium

Menurut Syaiful Akbar (2009) ikan sumatra senang berenang bergerombol. Bila dipelihara dalam jumlah kecil, kurang dari 5 ekor, ikan ini dapat menjadi agresif dan mengganggu ikan-ikan yang lain. Ikan-ikan yang lemah dan kurang gesit dapat menjadi sangat menderita akibat gigitan ikan sumatra yang dominan, yang terutama akan menyerang sirip-siripnya. Dalam kelompok yang besar, agresivitas ikan ini dapat terkendalikan.


Tangkas dan berenang cepat, ikan sumatra dapat dipelihara bercampur dengan ikan-ikan yang sama gesitnya seperti ikan-ikan platis, kerabat lele, atau kerabat ikan macan (Chromobotia macracanthus). Sebaiknya akuarium diisi pula dengan tumbuh-tumbuhan air sebagai tempatnya bermain-main. Ikan sumatra bersifat omnivora, dapat diberi makanan kering (buatan) atau mangsa hidup seperti cacing, kutu air atau jentik-jentik nyamuk. Ikan ini dapat dibiakkan di dalam akuarium.


Ikan sumatra betina mengeluarkan antara 150-200 butir sekali bertelur, yang disebarkan di antara tumbuh-tumbuhan air. Telur akan menetas setelah 24 jam, dan anak-anak ikan mulai terlihat aktif setelah 3 hari. Sebagai pakan anak ikan pada minggu-minggu pertama dapat digunakan udang renik.


Demikian Pembahasan Tentang Cara Budidaya Ikan Sumatra Di Aquarium

Semoga Penyampaian dalam Artikel ini Bermanfaat Bagi Semuanya…!!!